kursus make up di Karanganyar (Order Melalui Whatsap/SMS) 0812-1568-9440

Banyak orang tak mengenal arti dari Makeup Artist. Menurut bahasa arti dari kata “artist” diambil dari kata art atau seni, jadi maksud dari makeup artist ataubiasa disingkat MUA ialah seorang pekerja seni yang mempunyai skill tata rias wajah tingkat tinggi dan sangat trampil dalam urusan mempercantik wajah.
Rahma Jasa Makeup Artist Panggilan di Solo Bagus dan Murah
Rahma adalah salah satu brand ternama makeup artist yang terletak di Solo. Menekuni pekerjaan sebagai MUA semenjak 15 tahun lamanya, dan sudah mempunya akta legal
sebagai perias professional sehingga menjadikan Rahma kian mumpuni dalam hal riasan wajah.
Berikut ini portofolio Makeup Artist by Rahma :






Wanita dengan usia 27 tahun ini aktif dalam urusan makeup panggilan di Solo dan sekitarnya pun diundang sampai luar pulau Jawa. Meski sudah melanglang buana merias para istri-istri pejabat, Rahma tak mematok harga yang tinggi.
Rahma MUA tidak cuma membidik kalangan tertentu, selama ini klien nya betul-betul berjenis-variasi, mulai dari mahasiswa hingga kalangan orang penting di Kota Solo. kursus make up di Karanganyar (Order Lewat Whatsap/SMS) 0812-1568-9440
Layanan Jasa Makeup Artist Rahma Mencakup:
>> Makeup Artist Professional
>> Makeup Wedding Adat (Sunda, Jawa paes, Batak, Bugis, Padang)
>> Makeup Wedding International
>> Makeup Akad Nikah
>> Makeup Wisuda(graduation)
>> Makeup Pesta(party)xcv
>> Makeup Modeling
>> Makeup Engagement(tunangan)
>> Hair Style & Hijab Do(kerudung)
>> Salon & Beauty Treatment(online)
>> Etc
Kecuali harga yang ditawarkan juga cukup bersahabat, hasil yang kami tawarkan inshaAllah layak harapan malah melebihi ekspektasi diluar dugaan para konsumen. Karena makeup yang kami berikan kepada costumer hanyalah brand makeup ternama yang sudah tak diragukan lagi akhirnya setelah di aplikasikan, sehingga wajah akan tampak cantik elegant dan pastinya lebih anggun diamati.
Satu kesatuan yang tidak mungkin bisa dipisahkan antara makeup dan hair do / hijab do, bagi Anda calon konsumen tidak perlu kuatir akan penampilan dibagian kepala,sebab Rahma MUA juga trampil dalam urusun mengkreasikan rambut dan kerudung hijab.Konsultasikan makeup keinginanmu dengan sistem menghubungi Rahma MUA:
Booking Makeup Artist by Rahma
Phone & WhatsApp : 0812-1568-9440
# kursus make up di Karanganyar
Tiap daerah memiliki ciri khas busana, tata rias, dan tata rambut yang berjenis-jenis ragam , semuanya menonjol menawan sedangkan berbeda dengan karakteristik nya masing masing. Seperti daerah Yogyakarta dan Solo PENGANTIN WANITA nya menggunakan tata rias yang disebut PAES, adalah tata rias yang terdapat pada dahi pengantin Jawa, yang berbentuk lengkungan disebut CENGKORONGAN, berbentuk separo bulatan telor untuk pengantin Solo dan berbentuk daun sirih untuk pengantin Yogyakarta, berwarna hitam atau kehijauan yang berasal dari PIDIH yang di oleskan pada cengkorongan hal yang demikian, dengan memakai alat yang disebut WELAT. Sedangkan kedua nya menonjol mirip tapi ada pula perbedaan yang kelihatan terang, berdasarkan sejarah kemiripan itu bukan suatu kebetulan, dahulu sebelum perjanjian GIYANTI ditandatangani Yogyakarta dan Solo yakni satu kerajaan, hingga perjanjian Giyanti memecah kerajaan tersebut menjadi dua bagian yakni : Kesultanan Hamengkubuwono di Yogyakarta dan Kasunannan Surakarta di Solo. Dari perpecahan tersebut berpengaruh pula pada tatanan kultur nya, salah satunya yakni adat pernikahan dan tata rias pengantinnya, meski terdapat kesamaan namun nama dan makna nya berbeda.
PAKEM YOGYAKARTA
Dalam pernikahan adat Yogyakarta terdapat sebagian ragam tata rias seperti : YOGYA PAES AGENG , PAES AGENG KANIGARAN, PAES AGENG JANGAN MENIR DAN YOGYA PUTRI, persamaannya ialah pada paesnya , wujud cengkorongan untuk pengantin Yogyakarta merupakan : PENUNGGUL ( berbentuk MUCUK SEDAH atau pucuk daun sirih ), PENGAPIT (berbentuk NGUDUP KANTIL atau kuncup daun kantil ), PENITIS ( berbentuk MUCUK SEDAH ) DAN GODEG ( berbentuk PANGOT), pidih yang diterapkan berwarna hitam, meski perbedaan pada paesnya ialah pada pengantin Yogya paes ageng menggunakan PRODO ( garis emas yang mencontoh garis paes ) dan ALIS MENJANGAN, pengantin Yogya putri tidak menerapkan prodo dan alis menjangan. Hiasan kepala menerapkan sanggul BOKOR dengan GAJAH NGOLIG yang menjuntai di belakang sanggul bokor dihiasi CUNDUK MENTUL ( kembang goyang ) berjumlah lima sebagai simbol dari lima rukun islam, sepasang CENTUNG, memakai SUMPING, subang ROMYOK dan, menerapkan kalung susun tiga yang mengandung arti tiga fase yang dilewati setiap manusia adalah : lahir, menikah dan meninggal. Dan memakai KELAT BAHU.
PAKEM SOLO
Dalam pernikahan adat Solo terdapat sebagian jenis tata rias yakni : SOLO PUTRI, SOLO BASAHAN, SOLO BASAHAN KEPRABON,persamaannya pada paesnya,wujud cengkorongan untuk pengantin Solo yaitu : GAJAHAN ( berbentuk separo bulatan telur bebek), PENGAPIT ( bebentuk NGUDUP KANTIL atau kuncup bunga kantil ), PENITIS ( berbentuk separo bulatan telur ayam ), GODEG ( berbentuk NGUDUP TURI atau kuncup bunga turi ), pidih yang diaplikasikan berwarna kehijauan .Perbedaannya pada hiasan kepala ,pengantin Solo memakai sanggul BANGUN TULAK atau NGUPU ( kerena mirip kupu kupu ),Hiasan kepala untuk pengantin Solo putri yaitu CUNDUK SISIR atau CENTUNG, CUNDUK MENTUL , CUNDUK JUNGKAT, BOROKAN, BROS GELUNG DAN TANJUNGAN, cunduk mentul untuk solo putri berjumlah 9, mempunyai makna jumlah wali songo, meskipun pada pengantin Solo Basahan cunduk mentulnya berbentuk binatang dan bunga ( gajah, burung, kupu kupu, bunga dan satu kupu kupu besar ) sesuai dengan motif kain yang dipakainya, kalung yang dipakai tidak bersusun tiga melainkan satu yang bermakna ketuhanan yang manunggal atau esa.
Meski PENGANTIN PRIA nya menerapkan SUNTINGAN ( di alat pendengaran ), KULUK ( semacam topi panjang ) dengan dihiasi garis garis emas yang disebut TARAK , perhiasan di atas kuluk disebut NYAMAT, untuk Paes ageng dan solo basahan .
Melainkan dengan perkembangan jaman banyak baju pengantin yang di modifikasi , tetapi PAKEM dari pengantin tradisional konsisten dipertahankan. # kursus make up di Karanganyar
Meski Tampak Mirip, Pernikahan Jawa Meski Solo dan Jogja Berbeda Lho! Cek Dahulu di Sini
Hey kau yang orang jawa! Dapat jadi beberapa dari kamu ingin menikah dengan upacara tradisional yang khas Jawa banget. Umum lah, orang Jawa itu adat istiadatnya masih kental sekali. Nggak salah kalau asa pernikahanmu mencakup bermacam ritual seperti acara siraman, midodareni, dan seserahan.
Tapi, coba deh kau tanya dirimu sendiri, kau keturunan Jawa mana? Karena, baju adat pernikahan Jawa itu banyak sekali lho ragamnya. Kalau kau keturunan orang Jawa Tengah atau Yogyakarta, beruntunglah kamu! Hari ini Hipwee Wedding berharap ngasih tahu kamu seputar busana-busana pernikahan adat Solo dan Yogyakarta! Mulai dari pernikahan a la Solo basahan, Jogja Putri, sampai Jogja Paes Ageng. Semoga atikel kali ini bisa menjadi referensi atau pandangan baru untuk pernikahan adat Jawamu mendatang! Cek yuk!
Riasan khas Solo Putri yang indah nan familiar hingga segala bagian Jawa Tengah!
Meskipun Solo dan Jawa Tengah memiliki tiga tipe riasan dan pakaian adat pernikahan. Yang pertama merupakan riasan Solo Putri di mana riasan ini merupakan yang sering kali diterapkan oleh warga Solo dan pun Jawa Tengah. Riasan Solo Putri mempunyai ciri khas tertentu yang antara lain adalah paes hitam pekat dan juga cundhuk metul yang berjumlah 7 atau 9 untuk menandakan pertolongan dari yang kuasa. Tujuh yang dalam bahasa Jawa adalah “pitu” dapat juga diartikan pitulungan atau pertolongan! Kecuali sembilan melambangkan jumlah wali songo!
Walaupun itu, riasan Solo Putri juga disertai cundhuk sisir dan juga ronce melati tibo dodo atau untaian bunga melati yang terjuntai sampai ke bagian dada wanita. Kondenya sendiri yakni konde bokor tengkurep yang kemudian ditutupi dengan racik melati miji timun atau rajutan daun pandan dan melati!
Untuk pengantin Solo Putri, pakaian yang dikenakan biasanya adalah kebaya, baik modern maupun yang beludru. Selain yang pria mengenakan pakaian beskap dan blangkon!
Berserah diri pada sang Kuasa dengan riasan pernikahan Solo Basahan
Padahal Solo Putri, warga Jawa Tengah juga mempunyai adat istiadat riasan pernikahan yang disebut dengan Solo Basahan. Baju yang satu ini memiliki makna berserah diri pada sang kuasa mengenai masa depan pernikahan. Untuk pakaian yang satu ini, riasan wajah pengantin wanita yakni sama, yang membedakan yakni bajunya.
Diperbandingkan solo basahan bagi si wanita yaitu kemben yang terbuat dari kain dodot, kain indah dengan corak hewan yang disertai prada emas. Kain hal yang demikian kemudian digabungkan dengan selendang cinde dan jarik yang warnanya diwujudkan seharmonis mungkin dengan kain dodotnya!
Si pengantin laki-laki sendiri pakaiannya cukup sederhana, yaitu memakai kemben dodot, stagen, dan jarik. Baju dengan blangkon, si pengantin pria mengaplikasikan kuluk mathak atau topi yang memanjang ke atas seperti foto di atas!
Solo Basahan Keprabon untuk pakaian pernikahan bak raja-raja Kraton Surakarta!
Dibandingkan adat Solo Basahan Keprabon pada dasarnya mirip dengan pakaian Solo Basahan. Keduanya sama-sama mengaplikasikan pakaian kemben dari kain dodot. Riasannya bahkan sama, dengan paes Solo Putri yang cantik. Bedanya, pakaian Solo Basahan Keprabon memadukan antara kemben kain dodot dengan pakaian beludru sehingga nampak lebih megah. Pegantin pria akan memakai pakaian beskap yang dulunya cuma boleh diaplikasikan oleh para bangsawan kraton, seperti itu juga dengan pengantin wanita.
Kecantikan pernikahan kasultanan Ngayogyakarta dengan baju pernikahan a la Jogja Putri
Riasan Jogja putri memiliki sebagian perbedaan dari Solo putri. Pertama, cundhuk mentul yang diaplikasikan hanyalah berjumlah tiga atau lima yang melambangkan nilai-nilai trimurti. Cundhuknya bahkan diaplikasikan terbalik dengan komponen depan menghadap ke belakang. Pakaian tersebut yakni simbolisasi bahwa wanita harus tampak indah dari depan ataupun belakang. Alih-alih mengaplikasikan hiasan ronce melati, riasan Jogja putri cuma menggunakan bunga yang diselipkan pada komponen samping bawah konde. Sedangkan itu, paesnya juga cukup berbeda karena komponen gajahannya yang lebih meruncing. Apa itu gajahan? lho, yang di bagian tengah.
Untuk baju, Jogja putri memiliki kesamaan dengan Solo Putri, yaitu menggunakan kebaya bagus modern bordir maupun beludru!
Tampil anggun dan tradisionil dengan baju pernikahan Jogja, paes ageng jangan menir
paes ageng jangan menir tak menggunakan konde di bagian depan
paes ageng jangan menir tidak menggunakan konde di komponen depan
Dibandingkan pernikahan ageng Jogja yang bernama Paes Ageng Jangan Menir tadinya cuma boleh diterapkan oleh putra-putri Sultan Hamengkubuwono walaupun sekarang seluruh orang boleh memakainya. Untuk riasan wajah, si pengantin putri tak menggunakan sanggul sunggar di bagian depan rambut. Paesnya sendiri ditambahkan dengan prada warna emas yang membuat hiasan terasa lebih megah khas kerajaan kraton. Riasan juga dipercantik dengan alis menjangan atau alis yang bercabang yang melambangkan sifat brilian, cerdas, dan anggun seorang wanita layaknya seekor menjangan atau rusa.
paes yang dihias dengan prada emas
paes yang dihias dengan prada emas lewat
Paes ageng jangan menir juga disertai baju benggen beludru yang megah yang dihiasi dengan beberapa jenis aksesoris. Hiasannya antara lain ialah kalung sungsun atau kalung yang berbentuk bulan sabit.
Tampil cantik dan mengagumkan dengan baju pernikahan adat Jogja, Paes Ageng Basahan
halnya Paes Ageng Jangan Menir, riasan wajah Paes Ageng Basahan disertai dengan tiga sampai lima cundhuk mentul, prada, dan juga alis menjangan. Perbedaan ada pada baju yang mana kedua pengantin memakai kain dodot sebagai kemben dan juga kain cinde merah sebagai bawahan. Aksesoris yang awam diaplikasikan ialah kalung sungsun dan juga kelat bahu. Kelat bahu sendiri yaitu sebuah hiasan berbentuk naga yang disematkan pada bahu wanita. Hiasan tersebut melambangkan daya yang patut dimiliki oleh seorang wanita setelah menikah!
Layaknya putra-putri bangsawan kraton jaman dulu, pakai baju adat Jogja, Paes Ageng Kanigaran
Paes Ageng Kanigaran dari Jogja pada dasarnya yaitu sama dengan paes ageng basahan, cuma saja kemben ditutupi dengan pakaian beskap beludru. Beskap beludrunya malahan dihiasi dengan benang-benang berwarna emas untuk memberi kesan ningrat.
Nah, itulah tadi beragam-jenis variasi baju pernikahan adat Jawa, khususnya adat Jawa Solo dan Jogjakarta. Untuk kalian yang masih mencari-cari tipe pakaian adat untuk pernikahan adat Jawa kalian, pasti sekarang udah nggak bingung lagi dong? kamu malah bisa tampil cantik cocok dengan adatmu! #kursus make up di Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar